Wednesday, 27 June 2012

Hidup di Tengah Hingar Bingar Teknologi Cellphone :p


Semakin hari, teknologi semakin lekat dalam kehidupan kita. Dan pada dasarnya, teknologi tercipta untuk membantu manusia dalam pekerjaannya. Namun, semakin berjalan waktu, teknologi juga menjadi suatu status sosial, atau ajang gengsi semata. Istilah kerennya, gadget kali yah. Ada tipe orang yang selalu up grade dengan teknologi yang up to date, tetapi ada juga yang tetap nyaman dengan teknologi yang ada dan belum waktunya untuk berganti ke level yang lebih tinggi. *And I’m the last one...hiks.. #nelangsa
*****
Sudah hampir 3 bulan, Bunda bergelut sebagai seller di dunia online shop. Dan sekian kali mendapat pertanyaan yang mirip, intinya sama: “Sist, minta pin BBnya dunk.. Biar bisa tanya2 jualannya, dan minta potonya..”. Well, sorry guys, saya bukan pengguna BB, dan perlu berpikir sekian kali untuk membeli BB. **Gak tertarik sama skali,, #no offense :p

Memang, saya tipe orang yang betah di zona “nyaman”,  tipe orang yg jarang up grade teknologi. *Tapi, tau perkembangan teknologi loh ya.. :p Awal2 BB hadir di Indonesia, agak gaptek sih, ketika banyak teman2 kampus minta pin BBM. Sempat bingung juga, emang sekarang perlu pakai pin ya kalau mau beli premium (BBM),,? Pikirku kala itu. Maklum, waktu itu cuma punya pin ATM. Hehehehe.. Tak hanya satu orang saja, berkali2 juga dirayu sahabat2 dekat, buat beli BB, biar bisa chatting, silaturahim, share info ini itu atau apalah. Padahal juga sering sms-an n Gtalk-an.. ^^


Bebe, smartphone, iphone atau apalah namanya, intinya tetaplah ponsel yang esensinya untuk telepon dan sms. Fitur internet, BBM, GPS, chatting, shop/store bawaan dari HP, games2 seru, etc merupakan tambahan layanan untuk memikat konsumen dengan kecanggihan yang dapat dilakukan dalam sebuah handphone. Dan untuk kecanggihan itu, selalu ada konsekuensinya: tambah biaya, butuh banyak energi, menggerogoti waktu kita, dan bisa membuat kecanduan.


Waktu singkat 24 jam sehari, dengan berbagai aktivitas padat di rumah-kantor-penitipan anak, yang kadang tak ada jeda. Nanti, ditambah lagi ada BB, smartphone n sebangsanya. Ampun dah, sudah mahal harganya, operasional biaya bulanannya, setrum juga boros, online terus,... Bentar2 denger  nada notifikasi yang kadang noisy banget. Dengan hape jadul ini saja, saya akui, kadang menyita waktu, untuk sms, telepon, browsing.. Gimana kalo punya hape hi-tech.. Takut nanti ketagihan dan lupa waktu jika pakai yg lebih canggih, hahaha..


Memang belum waktunya untuk beralih kepada yang lebih canggih, selama yang lama jauh melebihi untuk menghasilkan karya (dan uang,,hihii..). Dari ponsel jadul ini, Bunda bisa jualan pulsa dan bisa tetap berhubungan dg calon pembeli. Dan dari hape kuno Ayah, Bunda biasa membajak opera mininya, untuk sejenak bermain di dunia maya dan menghasilkan karya, daripada smartphone sebatas bergaya. Ponsel itu smart atau nggak bukan saja tergantung apa fitur didalamnya beserta teknologinya, tetapi mengaca pada penggunanya. Ponsel saya jauh lebih smart menurut saya, sangat usefull buat saya, karena yang terbaik adalah apa yang anda punya.


**Ini hanyalah ungkapan kegalauan dalam ketidakmampuan menghadapi kenyataan. :p

**Ini hanyalah ungkapan kebodohan dibalik kecanggihan. Cerdasakan diri kita dengan apa yang kita punya.


Wednesday, 6 June 2012

Ketika...

ketika puting berdarah2 sampai detik ini, karena ga sengaja tergigit Daffa yang giginya udah buanyakk, its no big deal!

ketika Daffa panas karena tumbuh gigi, tetap optimis, besok pasti sembuh, dan alhamdulillah selalu iya,,

ketika ayahnya di rumah sakit, bunda kelimpungan ngurus kantor-rumah-daffa-ayah.. tetap semangat n sabar...

tapi ketika anak udah GTM, sama skali menutup mulut rapat2 pd makanan,,
barulah bundanya pussiinngg...
semua cara dicoba,,,makanan bervariasi, lembut-kasar-halus-jus, pakai tangan, diajak main, jam makan diubah,
tetap masih nihil.. >.<
*udah 3hari berjalan niiihhhhh..

semoga masa2 GTM Daffa cepat berlalu ya,Nak..
beberapa hari ini kamu mengurus.. >.<
Bunda galaauu..hehehe..


#maaf curcol.... :(

Tuesday, 29 May 2012

Happy Anniversary,,Love!!


Janji suci itu kan membuka tabir..
Mengikuti dua hati hingga akhir perjalanan yang bukan sebentar..
Perjalanan yang pasti sukar..
Keputusan besar itu datang dari hati dan pikiran yang tenang..
Keputusan tuk melafalkan janji suci dalam cinta,,ridha Ilahi..
Resah dalam penantian,,menjadi indah dalam pernikahan..
Sabar dalam pencarian,,menjadi kekuatan dan harapan..
Biarlah pikiran menjadi penasihatnya,,
Sedang hati menjadi rajanya..

^^,
Tak terasa,
sudah dua kali putaran bumi terhadap matahari,
Bunda lalui bersama Ayah.
Dan sekarang, ada adik kecil di tengah-tengah kita.
Makasih sayang, atas ‘kado’ terindahnya... :D
Terima kasih, atas segala kasih sayang dan cinta yang slalu tercurah,
Diantara letupan2 dua bola matamu, yang menyiratkan kesungguhan,
Untuk menjadi suami dan ayah terbaik bagi kami.
Bunda juga, akan selalu berusaha, menjadi yang terbaik bagi kalian.
^^,
Terima kasih, atas segala kisah hidup,
yang terus mengalir membawa pelajaran, kedewasaan, dan kebahagiaan.
Love you much.
Ayah. Daffa.

Wednesday, 23 May 2012

The Long “Vacation” to Jogja, Our Hometown


Sebenarnya bukan vacation juga sih,hehee.. Lebih sering mengurus segala macam administrasi sebagai WNI yang baik, plus cuma “ndekem” di rumah aja. Tak ada agenda untuk main2. Maybe next time. Pas lebaran.
Alhamdulillah, puaassss buuaannggeett 2 minggu pulang ke rumah. Tepat setahun yang lalu, terakhir kami menjenguk orang tua dan rumah di Jogja. : ( *Nasib perantauan,hehe.
Minggu pertama, dihabiskan untuk mengurus segala administrasi yang tertunda. Memasukkan Daffa ke Kartu Keluarga kami. Perpanjang SIM yang sudah expired 6 bulan lebih. Membuka rekening haji kami, memulai menabung sedikit demi sedikit. Mengurus segala administrasi adek ipar masuk ke Akpol.
Minggu kedua, bersilaturahim dengan kawan2 SMP-SMA-Kuliah-Naik Gunung. Bermain ke saudara2, dan keluarga besar. Merombah setengah desain rumah yang sudah dibangun. : ( *Inilah kelemahan posisi pemilik dengan letak rumah yang sangat jauh, sehingga banyak miskomunikasi yang terjadi. Meski sudah dikuasakan ke Bapak, tapi tak semua yang kami inginkan, Bapak mengerti. Hehe. Yawsud. ^^ Semoga ada banyak rejeki. Atau mungkin sudah saatnya menggadaikan SK PNS. Uhuhuu...
Praktis tak ada acara jalan2. Ada sih rencana, tapi pada kenyataannya gagal, hihi. Entah karena faktor cuaca, waktu, Daffa, dan bermacam kendala lainnya. Apalagi, barang bawaan kami sangat banyak. Istilahnya, hampir semua baju Daffa dibawa. Biasa, Ayah agak perfeksionis masalah baju Daffa. Tak mau pake pampers, memanfaatkan clodi yang kami punya aja. Jadilah, selusin clodi dibawa!!! *Kebayang kan buanyaknya... Sama baju Daffa dibawa semua pula. *Gubrag. Sekoper besar kami, hanya ada pakaian Daffa. ^__^
Efek dari bawaaan banyak itu, ternyata pulang ke Pekanbaru membludak jadinya. Oleh2, kado, mainan anak2, dst. Mepet deh beli oleh2nya demi meminimalisir jumlah dan berat barang bawaan. *Sorry yah yg pada gak kebagian oleh2.. ^^
Sekarang,balik ke rutinitas semula. Kantor-Penitipan anak-Rumah. Menjadi ibu pekerja,sekaligus ibu rumah tangga. Kembali menggiatkan usaha sampingan yang masih dikesampingkan. Kembali menyehatkan kondisi keuangan yang sudah sangat kritis, setelah kemarin disedot semua saat Ayah sakit. Kembali memasak, setelah sebulan lalu sama sekali gak masak, karena sudah kelimpungan ngurus Daffa dan Ayah yang sakit. Semangat, bunda!!!!!! :D
Mohon doanya juga, semoga bisa segera balik ke homebase, atau setidaknya mendekati homebase ya. *Iya, saya tau Jogja itu favorit semua orang untuk dijadikan tempat tinggal. : ( Tak ada salahnya untuk berharap dan berdoa. Juga usaha. Mimpi kami, maksimal 10 tahun kerja, bisa segera kembali ke Jogja/Magelang. Amin.... : )

Geregettaaannn....


Kemarin, baru aja naik pesawat. Kembali ke rutinitas setelah kemarin pulang ke Jogja buat refreshing.
Sebel tau ga sih,,,
Udah tau naik pesawat, plus mungkin karena pesawat lama, jadi ketika terbang suaranya sangat bising oleh deru mesin. Sempat waswas juga, setelah kemarin melihat tragedi sukhoi dan flashback berbagai kecelakaan pesawat di indonesia.
Eh eh eh,, ternyata ketika di atas, *untung saat itu udah mau landing pesawatnya, udah deket banget sama bandara. Sekonyong2 ada suara dering telepon dari seorang penumpang. *Sumpah emosi buanget saia kala itu, udah duduknya di samping saya lagi, terpisah oleh lorong di dalam kabin.
Dan yg bikin makin esmosi, malah itu orang angkat telepon sambil ketawa2 githu, ngobrol. *Gubrag. Pramugarinya pada gak ada, mungkin lagi di seatnya masing2, persiapan landing. Huh! Pengen gua gigit tuh orang.
Emang sih belum ada penelitian secara akurat dan pasti, yg mengatakan kalo sinyal hp atau gelombang radio, bisa mengacaukan frekuensi atau radar pesawat. Tapi yaaaa..mbok kita antisipasi bersamaaaa... Sudah dihimbau sama pramugari dan pilot untuk menonaktifkan hape/alat komunikasi kok. : ( Jika ingin celaka, celakalah sendiri, jangan ajak2 orang lain. >.<
Orang Indonesia kebanyakan kok udah pada ga tau aturan ya. Seenaknya sendiri n so selfish. Kemarin jg ada yg rebut antrian check in, diomelin sama yg antri, malah ngerasa paling bener. Begitupun di toilet, mentang2 ada petugas kebersihan yg stand by di sana, buang sampah n tisu Cuma di wastafelnya. Padahal hanya selemparan batu itu tong sampahnya. Menghargai dikit napa?
Kadang kayak gini, jadi teringat pas kami ke KL Spore. Mayoritas pada tertib aturan. Mungkin, perlu penegakan hukum yang bener2 keras kali ya, mengarah ke otoriter, biar kita pada taat aturan dalam segala hal?? Janganlah melakukan segala hal, dengan berkedok “Ini sudah jaman reformasi”; “Ini kan kebebasan individu.” Dan banyak pembenaran lainnya, diikuti sifat arogan dan merasa benar. Saya sudah muak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...